Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
11 Desember 2007

Kaya vs Miskin

Selama ini mungkin kita beranggapan bahwa orang kaya hidupnya pasti selalu enak, orang kaya adalah orang yang punya banyak uang, punya mobil mewah, rumah mewah, perabotan rumah yang komplit mulai dari televisi, kulkas, HP yang tercanggih dan fasilitas lain yang kelihatan wah……

Akhirnya ketika kita melihat orang yang kelihatanya nyantai, memakai mobil mewah kita sebut dia si kaya. oke anggapan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak sepenuhnya benar.

Sehingga kadang-kadang kita melihat orang yang tidak punya mobil mewah, tidak punya mobil mengkilat perlenhgkaoan rumah yang tidak wah kita anggap orang miskin, padahal dia adalah orang yang sederhana dalam menyikapi hidup ini, dia bahagia dengan tampilanya itu, sedangkan apabila kita melihat orang yang bermobil mewah, rumah bertingkat, perabotan rumah tangga yang lengkap dan mahal kita mengacungkan jempol dan menaruh hormat begitu dalam seakan bertemu dengan seorang putra mahkota, emangnya jika kita terlalu hormat kepadanya kita dapat apa ? apa lantas kita akan dapat uang/dapat warisan? tidak bukan!tetapi sebaliknya jika melihat orang miskin (saya asumsikan sederhana tadi) kita akan bersikap acuh tak acuh masa bodoh dan melecehkan padahal apa yang kita lakukan itu akan membuat dia lebih merasa susah (nelangso) pertama dia sedang di uji dengan kesulitan menghadapi hidup ini kedua harus menghadapi perlakuan yang diskriminatif dari sesama, sudah jatuh tertimpa tagga.

menurut kacamata Entrepeneur orang kaya tidaklah seperti anggapan di atas. orang orang miskin adalah orang yang mampu menyisihkan sebagian pendapatanya untuk masa depan (Investasi) berapapun pendapatanya. Orang kaya adalah orang yang mampu menyisihkan sebagian pendapatanya untuk masa depan juga berpapun pendapatanya. Mari coba kita berhitung andai seorang tukang becak dalam sehari dia berpenghasilan 30.000,- karena dia berhasil mengayuh becak dg 3 orang penumpang masing2 10.000,- dengan uang 30.000,- itu dia kasihkan istri tercinta 15.000,- untuk beli beras, lauk pauk,ikan asin, tahu tempe dan segala kebutuhan hari itu juga kemudian dia mempunyai 2 orang anak seorang cewek yang duduk di bangku SMA biasa dengan uang saku 2.000.- dan seorang putra duduk di bangku SMP uang saku 1.500,- dg perhitungan tanpa biaya transport di asumsikan jarak sekolah dekat dg rumah kemudian dia menyisihkan untuk kebutuhan tiap bulan (mbecek, konsultasi dokter, biaya tak terduga) 5.000,- mari kita hitung:

Beli beras Lauk pauk, tahu tempe : 15.000,-
Uang saku 3.000,-+2000,- : 5.000,-
Persiapan obat, mbecek dll : 5.000,-
Total asumsi rata-rata pengeluaran/hari : 25.000,-
Rata-rata pendapatan/hari 30.000,-
Maka saldo Si abang becak tadi 5.000,-

Maka dg asumsi di atas dalam sehari dia mampu menyisihkan pendapatanya sebesar 5.000,-/hari coba kalikan sebulan5.000,-X30 hari = 150.000,-kalau setahun 150.000,- X 12 bulan =1800.000 kalau dia jadi abang becak selama 10 tahun maka 1.800.000,- X10 tahun =18.000.000,- maka dengan dana sebesar 18.000.000,- si abang becak telah memiliki modal awal untuk investasi terserah usaha apa yang dia minati, di sini dia di hadapkan pada dua pilihan. Pertama dengan uang 18 juta itu dia mampu untuk tampil layaknya orang kaya, beli sepeda motor, beli handphone, beli kulkas dan macam-macam peralatan kunsumsi lainnya yang kelihatanya wah, kelihatan oke, kelihatan kaya tetapi pada dasarnya menguras keuangan si abang becak tadi yang dia kumpulkan selama sepuluh tahun terahir.pilihan ke dua dia meng-Investasikan dananya untuk modal kerja bisa buat sewa stand di pasar tuk jualan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang di perlukan oleh masyarakat dengan pekerjaan barunya itu si tukang becak bisa lebih sibuk karena harus menjaga stand di pasar belum lagi harus menghambil barang kepada pemasok di kota lain. Maka dengan asumsi bisnisnya lancar maka dia memerlukan bantuan orang lain.Otomatis dia harus merekrut karyawan untuk membantu dia di pasar.Tanpa terasa 10 tahun sudah Si abang becak menjadi bos kecil di tengah hiruk pikuknya pasar dan seluruh suka dukanya. Kini dia telah mampu menggaji orang lain, membantu orang lain dengan memberikan kesempatan kerja,d ia tidak lagi mengayuh becak dengan seluruh suka dukanya. Lantas apakah dengan pekerjaan barunya Si abang becak hidup bahagia sejahtera? Yang bisa jawab tentunya haruslah abang becak itu sobat tapi yang pasti tergantung bagaimana dia menyikapi kesuksesanya itu jika dia bersukur pasti nikmatnnya akan bertambah tapi jika dia kufur maka tunggulah kehancurannya.

Oleh : Abi Daril Hasan (AAk Jember Angkatan 2006-2007)

sumber gambar : http://www.freeimages.co.uk/
06 Desember 2007

Mari Mencoba Menghitung Nikmat Kesehatan

kesehatan Kesehatan merupakan nikmat yang amat besar yang teahdi berikan oleh Allah kepada manusia Cuma karena begitu besarnya terkadang kita tidak menyadari akan adanya nikmat itu padahal nikmat itu selalu di anugerahkan kepada kita setiap waktu, setiap saat tidak pernah terputus,sesaat pun bahkan saat kita sakitpun kita masih mendapat anugerahnya, sadarkah anda ? maka karena tidak adanya kesadaran itu membuat kita mencoba menghitung nikmat inderawi yang nilai kecil dan sesaat seperti uang, rumah, mobil, Handphone, baju baru & bagus dan seakan-akan tanpa memiliki fasilitas itu dunia bukan milik kita, seakan kita orang asing di dunia ini,seakan tuhan tidak pernah berpihak pada kita sehingga di manapun kita berada kita merasa susah dan sedih .

Mari kita mencoba membayangkan andaikan kita menjadi orang kaya (maaf bagi sahabat yang sudah kaya anda tidak perlu membayangkan) orang kaya/orang yang berpenampilan kaya biasanya punya rumah bagus (kalau perlu bertingkat) mobil roda empat, Handphone keluaran terbaru, uang tebal di kantong walaupun semua masih pemberian ortu dengan fasilitas seperti itu saya yakindalam benak fikiran kita terbayang kesenangan dan kenyamanan tanpa batas karena kita pingin apa semua dengan mudah akan terpenuhi, tapi coba tanyakan kepada mereka yang notabe-nya memiliki fasilitas seperti itu saya yakin tidak semuanya bahagia dan senang karena mereka menghadapi kesulitan tidak dari segi ekonomi dan finansial tetapi bisa dari problem keluarga, anak-anak yang nakal, kesehatan terganggu mulai dari sakit kencing manis, diabetis, kanker, paru-paru, jantung, ginjal dan beragam daftar nama penyakit yang biasanya di alamatkan kepada orang kaya. Apalah artinya punya harta melimpah ketika oleh dokter kita di vonis sakit ini dan itu, yang konsekwensinya kita tidak boleh makan daging ayam, tidak boleh mengkonsumsi gula,kopi tidak boleh makan ini dan itu dan macam-macam makanan yang enak dan lezat menurut kita.

Maka melakukan tindakan preventiv adalah langkah yang bijak apalagi semua itu untuk kemaslahatan diri sendiri, dalam ilmu Akuntansi dikenal istilah neraca (ukuran keseimbangan) apabila dalam suatu laporan keuangan terjadi ketidak-seimbangan neraca di sebabkan suatu hal yang tidak wajar (penyelewengan, penggelapan) maka yang akan mengakibatkan konflik antara value dalam aktiva dan value dalam pasiva (tidak Balance)dan hal ini akan merugikan perusahaan dan jangka panjangnya perusahaan bisa kolap/pailit. Maka ketika dalam konsumsi kita sehari-hari utuk memasok sumber gizi, protein, vitamin dan mineral kita bertindak sak karepe dewe (karena saya punya banyak uang maka apapun yang ingin saya makan pasti terpenuhi) maka perut akan berontak dan jangka panjangnya perut akan berontak alias kolap, Maka rumah-rumah sakit mewah siap menampung anda dengan biaya yang tidak sedikit kalau sudah seperti ini dunia seakan tiada artinya, harta yang kita kumpulkan selama berpuluh-puluh tahun harus habis untuk membeli obat/ bayar rumah sakit

14 abad yang lalu rosullullah Muhammad SAW memberikan anjuran jitu untuk memelihara kesehatan tubuh kita yaitu:



  • Beliau membagi perut menjadi 3 bagian, 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air dan1/3 untuk udara maka apabila anjuran dan kiat ini kita laksanakan maka kita akan memetik nikmat kesehatan jiwa raga .

  • Membiasakan diri berpuasa karena dengan puasa maka hak perut akan terpenuhi, hak perut tidak hanya untuk di isi tetapi juga untuk di istirahatkan dan di kosongkan maka apabila terjadi keseimbangan ini maka anda akan merasakan nikmat sehat

  • Membiasakan diri bersedekah terutama kepada kaum fakir dan miskin karena dengan sering dekat dengan mereka maka kepekaan kita akin tumbuh dan kita akan bisa merasakan penderitaan orang lain

Oleh : Abi Daril Hasan (Mahasiswa AAk Jember:2006-2007)

sumber gambar : http://www.gudeg.net



Technorati :